SUBSCRIBE

Forum Manajer Puskopdit BAG Perdana di Tahun 2011

Forum Manajer diadakan Puskopdit BAG pada hari Sabtu, 27 Agustus 2011 di Kantor KSP Wisuda Guna Raharja, Jl. Gunung Agung 146 Denpasar. Forum ini berlangsung selama 3 jam dengan jumlah peserta 15 orang dari 20 manajer /kepala operasional dibawah naungan Puskopdit BAG.

Tahun 2011 adalah pertemuan perdana sejak pemilihan pengurus baru forum manajer. Pertemuan perdana ini lebih banyak mengetengahkan shering antar cu/primer dilingkungan Puskopdit BAG dengan segala problema yang mereka hadapi dalam memimpin credit union/kopdit. Permasalahan antara primer satu dengan lainnya tentunya sangat bervariasi. Disinilah mereka menemukan selusi/masukan atas problema yang mereka hadapi dilapangan.

Ketua Forum Manajer (Drs. I Gede Sutmasa/Manajer KSP Wisuda Guna Raharja) menyampaikan materi "Culture Based Leardership” antara lain:

Pertama : Pemimpin adalah manusia

Kedua : segenap sifat dasar manusia yang hakiki dan utama harus lebih dahulu melekat pada diri seorang pemimpin

Ketiga : pemimpin bukan jabatan/kursi namun yang sering terjadi "justru karena jabatan dan kursi maka manusia mau menjadi pemimpin".

Keempat : hukum sungai kehidupan "aliran sungai slalu dari hulu ke hilir, demikian pula kehidupan (hidup bergerak dari yang sejati ke konskuensi logis, bukan sebaliknya). Oleh karena itu jadilah sejati maka konsekuensi logis (akibat, hasil akan mengikuti).

Kelima : jika menggunakan keyakinan-keyakinan (beliefs), maka: Keputusan itu merefleksikan sejarah dan masa lalu kita; dan sejarah masa lalu selalu didasarkan pada pengalaman dan konteks masa itu. Keyakinan manusia tidak memiliki kelengkapan untuk menangani situasi baru dengan kompleksitas yang tinggi di mana seseorang belum mempunyai pengalaman sebelumnya

Keenam :Mindset untuk lebih dulu menjadi pemimpin sejati adalah syarat mutlak untuk menjalankan kepemimpinan berbasiskan budaya (culture based leadership). Seorang pemimpin sejati akan memimpin dengan nilai-nilai kepemimpinan yang baik dan kuat, dan biasanya tanpa kenal lelah, terus menerus berjuang untuk mempertahankan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kepemimpinannya tersebut.

Ketujuh : menyampaikan sebuah cerita “THE NICHOLAS EFECT” A Boys Gift to The World. Cerita ini mengisahkan sebuah keluarga melakukan perjalanan wisata ke Italia dengan kedua anak mereka, namun diperjalanan putranya Nicholas Green usia 7 tahun mati tertembak dibagian kepalanya oleh perampok brutal disebuah jalan tol saat mereka mengendarai mobil sewaan. Hal menarik dari kisah ini, si orang tua tidak melaporkan kejadian itu ke kantor polisi Italia melainkan mereka dalam kepedihan luar biasa, secara tulus berkeinginan mendonorkan ginjal, hati, kornea, jantung serta prankreas Nicholas kepada 7 warga Negara Italia yang mebutuhkannya.Ya, warga Italia sebuah tempat atau Negara dimana anak mereka dibunuh secara sadis.

Masyarakat dunia terkesima, hanya hitungan minggu orang Italia sendiri berbondong-bondong mengikuti teladan mulia keluarga Green, itulah yang akhirnya disebut ‘Efek Nicholas”

Dalam sebuah wawancaranya, Reg Green berkata,”Kita punya banyak pilihan untuk mengisi dan menciptakan kehidupan yang lebih baik, memilih untuk mencintai daripada membenci atau bermurah hati daripada bertindak kejam…!”

Kedelapan : Latihan nilai – nilai diri, praktik ini bertujuan menemukan, mengklarifikasi dan menganalisis hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara nilai – nilai diri dan prilaku, sekaligus anda akan langsung memahami dampak nilai-nilai diri terhadap prilaku anda

Mengakhiri forum manajer tersebut dengan suguhan makan siang bersama yang disediakan oleh KSP Wisuda Guna Raharja sebagai tuan rumah penyelenggara. Untuk selanjutnya forum manajer akan dilaksanakan di Kopdit lainnya secara bergiliran.

(Ayu/4/9/11)

Puskopdit BAG Adakan Audit dan Monitoring di CU Kubu Bingin

Audit dan monitoring sudah menjadi budaya untuk menilai suatu kinerja organisasi credit union. Selama dua hari (17 - 18 Januari 2011) CU Kubu Bingin telah diaudit dan dimonitoring oleh Puskopdit BAG dengan timnya didampingi pengurus ( Wayan Sukra) dan pengawas (Sudarsono).

Pada hari ke -2 (18 Januari 2011) Pukul : 15.30 Wita auditor Puskopdit BAG (Wayan Ceblos, S.E. dan I Gusti Parwata) menyampaikan hasil temuanya selama 2 hari mengadakan audit dan monitoring kepada Pengurus dan pengawas CU Kubu Bingin untuk ditindaklanjuti dan diperhatikan. Dalam paparannya mereka menyampaikan bahwa audit dan monitoring yang dilakukan bukan mencari kesalahan atas kinerja pengurus/pengawas dan manajer untuk tahun buku 2010 tapi sebagai langkah acuan untuk melangkah selanjutnya apalagi terkait dengan adanya kepengurusan baru ditahun ini. Bagaimanapun sebagai auditor kami tidak mengetahui secara keseluruhan (sekecil-kecilnya), pengurus/pengawas yang lebih tahu atas situasi yang ada di CU Kubu Bingin. Sebagai Tim Auditor Puskopdit mengucapkan terima kasih atas waktu dan kerjasamanya selama kami melakukan audit, besar harapan kami kedepan CU Kubu Bingin mempunyai pengawas yang kompeten (Puskopdit BAG siap memfasilitasi untuk mengadakan diklat kepengawasan di CU Kubu Bingin).

Respon pengurus/pengawas dan manajer sangat baik atas temuan dari auditor tersebut. Mereka mengucapkan banyak terima kasih atas solidaritas Puskopdit BAG mengaudit CU Kubu Bingin. Pesan auditor, "Jika sudah besar jangan lupakan solidaritas kita dengan gerakan"