SUBSCRIBE

Kopdit Kubu Bingin Terima Kunjungan Istimewa Dari Canada

Emanuel Frans Supriyanto (Konsultan Kopdit Kubu Bingin/Pengurus Inkopdit Jakarta) Minggu, 24 Februari 2012 mengantarkan tamunya dari Canada yaitu Robby Tulus (mantan ICA dan Penasehat YAKA), Mr. Bruce Thordarson, Director-General of the International Co-operative Alliance (ICA), Suroto (Ketua & CEO LSP2I) dan rombongannya berkunjung ke Kantor Kopdit Kubu Bingin. Mereka disambut baik oleh Kepengurusan dan Manajemen Kopdit Kubu Bingin pukul 14.45 Wita.

Pengurus Kopdit Kubu Bingin dengan tamunya menyampaikan," Terima kasih telah memilih Kopdit Kubu Bingin untuk berkunjung, merupakan penghormatan bagi kami semua dikunjungi oleh jempolan WOCCU, semoga pertemuan ini menjadikan Kopdit Kubu Bingin semakin besar". Tanpa terasa +  45 menit mereka mengadakan diskusi tentang  Credit Union dan pertemuan tersebut berakhir di Rumah Makan Sawah Indah Peliatan -Ubud untuk menikmati santap sore.

Siapa Yang Bisa di Sebut Pengusaha?

Banyak hal yang dapat dilakukan seorang untuk menambah pendapatan meskipun bagi orang lain teramat sulit. Yang terpenting adalah adanya kemauan dan tekad yang kuat untuk maju demi masa depan. Ketika masa depan tidak dapat diprediksi, menyadarkan kehidupan kepada seseorang atau perusahaan tertentu sangatlah riskan. Solusi yang dapat kita pilih adalah menjadi Pengusaha, Menjadi pengusaha (entrepreneur) itu sebenarnya mudah. Mari membuka mata, telinga serta pikiran dan terpenting membuka hati untuk menggerakkan potensi entrepreneurship dalam diri kita. 

Sesunggunya menjadi seorang pengusaha tidak harus memiliki perusahaan, Semua yang dilakukan itu adalah usaha. Semua orang adalah pengusaha. Anda adalah Pengusaha. Semua bidang usaha bisa memberikan hasil yang sangat besar. Tidak ada batasan hasil usaha berdasarkan bidang usaha.

Faktor yang membedakan para pengusaha adalah MODAL yang digunakan. Berdasarkan modalnya, para pengusaha dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) kategori :

Pertama, Pengusaha 1 M adalah orang yang melakukan usahanya dengan modal 1 M, dimana M-nya adalan ME (diri sendiri), contoh :
  • karyawan
Menjadi karyawan termasuk pengusaha. Tetapi profesi ini membutuhkan jam kerja tertentu dan hasil kerja dihargai dengan gaji. Jika saat ini anda bekerja pasa suatu perusahaan, maka anda tidak mungkin bekerja menjadi karyawan di perusahaan lain
  • Penulis
Seorang penulis mengandalkan ketrampilannya merangkai kata dan memberikan jasa penulisan makalah, bahan iklan, bahan presentasi, biografi, artikel hingga buku. Hasil tulisan tersebut dihargai dalam bentuk honor yang dapat dijadikan sebagai INCOME.
Kedua, Pengusaha 2 M adalah pengusaha yang menggunakan 2 modal untuk usahanya yaitu ME dan MATERIAL. Material dalam hal ini bisa berupa uang, alat khusus, kendaraan, komputer dan sebagainya
contoh :
  • Fotografer 
Bila anda memiliki hobi fotografi dan memiliki kamera yang mendukung, tidak ada salahnya menambah pendapatan melalui profesi ini. Acara - acara yang membutuhkan jasa fotografer biasanya dilaksanakan pada hari libur
  • Pemilik Warung Internet
Memiliki warung internet juga dapat menambah penghasilan. Akan tetapi usaha ini harus menggunakan jasa orang lain untuk menungguinya, tidak bisa dilakukan hanya paruh waktu saja

Ketiga, Pengusaha 3 M, Pengusaha yang menggunakan 3 modal untuk usahanya yaitu ME, MATERIAL dan MANAJEMEN, contoh :
  • Pengusaha mini market
Tahap pengusaha 3 M ini lebih lengkap. Modal yang dibutuhkan adalah diri sendiri, material dan manajemen. Mengambil peran dalam sistem waralaba yang saat ini kian menjamur, lalu mengelolanya dengan baik, akan menghasilkan pendapatan yang baik pula.
  • Pengusaha restoran
Dimulai dari hobi makan dan memasak, profesi ini bisa berkembang menjadi pengusaha depot lalu pengusaha restoran. Bila manajemen sudah tertata dengan baik, hasil dari restoran bisa sangat menjanjikan.
Dari contoh - contoh diatas, silahkan memilih bidang usaha yang ingin ditekuni. Usaha apapun pasti bisa berhasil jika sungguh - sungguh dilakukan. Tidak perlu takut melangkah. LAKUKAN!!! LAKUKAN!!! LAKUKAN!!!

Dinas Koperasi Provinsi Bali serahkan Sertifikat Penilaian Kesehatan Koperasi

Senin, 11 Juli 2011 bertempat diruang Melati Dinas Koperasi Provinsi Bali di Jl. D.I. Penjaitan Niti Mandala Renon Denpasar telah dilaksanakan serah terima "Sertifikat Penilaian Kesehatan Koperasi Nivo Provinsi Bali oleh Kepala Dinas Koperasi Provinsi Bali Bp Dewa Nyoman Patra, SH. MH.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Koperasi menyampaikan," Tahun 2011 seluruh kabupaten kota menjadi koperasi provinsi dan Bali mendapat Predikat Kabupaten Penggerak Koperasi" akan diresmikan oleh Menteri Koperasi dan Gubernur Bali pada tanggal 13 Juli 2011. Beliau juga menyampaikan secara kualitatif penilaian kesehatan koperasi dilakukan sebanyak 115 buah (3% dari koperasi yang ada di Bali). Penilaian kesehatan telah dilakukan dengan hasil sebagai berikut :

- Predikat Sehat 14 buah

- Predikat Cukup Sehat 31 buah

- Predikat Kurang Sehat 1 buah

- Koperasi tidak aktif 15 buah

- Koperasi tidak ada data 45 buah

- Belum dinilai 8 buah

- 1 buah tidak memiliki jasa keuangan yaitu KJA (Koperasi Jasa Audit)

Tujuan penilaian kesehatan koperasi agar diketahui posisi koperasinya ada dimana apakah posisi sehat, cukup sehat bahkan kurang sehat. Bagi koperasi yang punya prestasi bagus (sehat) dan berkualitas agar dipertahankan. Koperasi yang sehat dan berkualitas akan menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat dan pihak III. Mudah - mudahan koperasi mendapat hati dimasyarakat. "Jati Diri Koperasi" yaitu kerja sama belum terjalin karena koperasi masih berjalan sendiri - sendiri. Dinas Koperasi berencana akan membuat suatu forum antar koperasi nivo provinsi untuk saling menukar informasi dan menjalin kerjasama.

Dari 9 Koperasi berprestasi yang diajukan ke pusat ada 7 koperasi yang telah lolos sebagai tokoh koperasi, dari ketujuh koperasi tersebut 2 koperasi adalah binaan Dinas Koperasi Nivo Provinsi Bali yaitu Kopdit Tri Tunggal Tuka dan Kopas Kumba Sari. Berdasarkan data 1 Juni 2011 tercatat ada 4207 koperasi