SUBSCRIBE

Training Memaksimalkan Potensi Diri

Ilmu tiada berguna jika hanya dipakai sendiri, tentunya akan lebih bermanfaat jika bisa disheringkan, berikut ini pemaparan Pak Wayan Laba :

Hari/tanggal : Jumat, 04 Peb s/d Minggu 06 Peb 2011

Pukul : 10.00 Wita s/d 18.00 Wita

Tempat : Rumah Khalwat, Tegaljaya, Kuta Utara, Badung, Bali

Bersama Pakar : Andreas Susetya, SE, M.M,MBA, Yang diselenggarakan oleh

Tabloid Mentik dan Puskopdit Bali Artha Guna.

Peserta : 60 orang

Selama mengikuti traning banyak hal yang saya dapatkan diantaranya :

Pada hari Pertama :

1. Obat untuk luka batin adalah dicintai,dipenuhi,dan dimiliki

2. Tidak menggunakan standar orang lain untuk kesuksesan anda

Pada hari Kedua:

1. Setting yang artinya kalau ingin berubah harus mengganti pola baru.

2. Kalau mengerjakan sesuatu, kita harus focus yaitu dengan sistim A.T.M yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi.

3. Sukses adalah Akumulasi dari sukses – sukses kecil setiap harinya.

4. Menetapkan sasaran (goal seting)

Ø Sasaran harus jelas, dapat diukur, layak dicapai,realistis, dan ada batasan waktu

Ø Medset yang artinya merubah persepsi,merubah pertanyaan, dan merubah kata – kata.

Ø Stradegy yang artinya belajar dari banyak orang

Ø Action yang berupa tindakan, sugesti, yang terus menerus

Ø Evaluasi yang artinya apa yang sudah baik harus bisa lebih baik lagi, dan apa yang masih harus ditingkatkan.

5. Out comes setting :

Ø Positive : Impian

Ø Context : Waktu

Ø Evidince : Apa yang membuktikan

Ø Action more : Apa yang harus dilakukan

Ø Actiom less : Apa yang harus dikurangi

Ø Why : Mengapa saya harus mencapai goal

Pada hari ketiga :

1. Ada dua kunci pokok apabila kita mau berubah yaitu :

Ø Ada niat untuk belajar, belajar dan terus belajar

Ø Praktek

2. Hypo Selling ( Penjualan ) yaitu : Suatu metode komunikasi hubungan baik dengan konsumen / calon konsumen yang menggunakan dasar pemahaman mekanisme pikiran. Tujuannya menginformasikan, menjelaskan dan menyakinkan konsumen.

3. Visualisasi yaitu membayangkan apa yang anda ingin lakukan berulang – ulang.

Sedangkan acara terakhir adalah Terapi.

Terapi adalah cara menghilangkan sesuatu penyakit didalam tubuh dengan cara kita mencari tempat yang tenang lalu bayangkan penyakit tersebut dipikiran kita, lalu hirup nafas panjang – panjang dan hembuskan berlahan sambil pejamkan mata, serta lakukan berulang – ulang.

Mengucapkan banyak terima kasih kepada Tabloid Mentik dan Puskopdit Bali Artha Guna yang telah menyelenggarakan acara ini, begitu pula pada Kopdit Kubu Bingin yang telah mengirim saya sebagai duta, semoga apa yang saya dapatkan dalam kehidupan saya sehari – hari dan meningkatkan kinerja saya di Kopdit Kubu Bingin (Wayan Laba)

Training Of Trainer


Pendidikan adalah salah satu pilar koperasi, tertuang juga pada prinsip-prinsip koperasi butir ke-5 dan merupakan motto koperasi (berawal dari pendidikan, berkembang karena pendidikan, dikontrol oleh pendidikan dan tergantung pada pendidikan).
Mengingat pendidikan sangat esensial maka Puskopdit Bali Artha Guna Denpasar bekerjasama dengan Inkopdit Jakarta menyelenggarakan Pendidikan TOT (Training Of Trainer) selama 3 hari (16-18 Oktober 2009) dengan fasilitor (Bp. Trisna Ansali dan Bp Ari Setiawan) bertempat di Aula Kecil Rumah Khalwat Tegaljaya, Dalung, Kuta - Badung.
Karena pendidikan TOT ini sangat dirasakan manfaatnya dalam dunia perkoperasian kendatipun berbiaya mahal tetapi tetap mendapat sambutan hangat dari koperasi primer binaan Puskopdit BAG sehingga pesertanya mencapai 35 orang (dari rencana 25 orang) terdiri dari unsur manajemen, pengurus, pengawas dan anggota.
Melalui TOT diharapkan tumbuhnya pelatih-pelatih yang handal dan tentunya mempunyai komitmen untuk kemajuan Koperasi Kredit di era masa depan karena mereka membawa bendera Koperasi. Untuk Puskopdit BAG sendiri harapannya dari TOT ini adalah ada 3 peserta yang sudah siap pakai untuk menjadi fasilitator Puskopdit BAG kedepan.
Menjadi seorang pelatih/fasilitator/motivator tidak mudah, harus mempunyai keyakinan, pengetahuan, kemampuan, kemauan dan perjuangan (pantang mundur dalam menghadapi segala hambatan/tantangan selanjutnya didunia perkoperasian.

Training Kader Management

Menumbuhkan semangat berkoperasi dan komitmen bersama diantara keluarga besar management Puskopdit Bali Artha Guna Denpasar maka diadakan Training Kader Management selama 3 hari (tertanggal 14 - 16 Agustus 2009) bertempat di monumen Nasional Makam Pahlawan Margarana, dengan melibatkan peserta sebanyak 28 orang (10 orang laki-laki dan 18 orang perempuan) dengan pendamping dari manajemen primer T1V 2004 (mbak nana, pak agung dan pak purnawan) dan fasilitator Puskopdit (Bp Jack Mudastra, Bp Wayan Widastra, Bp Ketut Mudana, Bp Lilik, Bp W. Puger) dan seluruh manajemen Puskopdit BAG sebagai pendamping.
Peserta dikelompokkan menjadi 4 kelompok (masing-masing kelompok 7 orang) yaitu :
- Kelompok 1 bernama Panda
- Kelompok 2 bernama Mawar
- Kelompok 3 bernama Cendrawasih
- Kelompok 4 bernama Matahari
Peserta diberangkatkan dengan naik kendaraan roda empat full AC (truk) pada pukul : 13.30 Wita.
Setibanya ditempat, perlengkapan masing-masing peserta dilakukan penggeledahan (HP, perhiasan, pakaian dan perlengkapan yang tidak diperlukan disita dan diamankan panitia).
Semua kegiatan peserta dilaksanakan di wantilan sebelah barat dan wantilan sebelah timur untuk panitia.
Acara training kader management dibuka oleh Ketua Pengurus Puskopdit BAG ( Bp Joni) dan beliau menyatakan tidak bisa mendampingi seluruh kegiatan training karena persiapan BAG Cup.
Adapun kegiatan dari peserta selama 3 hari adalah :
1. Acara pagi : olah raga
2. Acara malam : renungan kehidupan dan renungan khusus dimakam pahlawan margarana pada tanggal 16 Agustus 2009 sebagai tanda penghormatan kepada jasa-jasanya bagi bangsa dan negara Indonesia.
3. Acara inti :
- Motivasi
- Pengetahuan berkomunikasi yang baik
- Leadership/kepemimpinan
- Pengetahuan tentang dasar-dasar koperasi kredit
- outbound (13 game dengan pemaknaan koperasi), yang dilombakan :
1. Game mencari anggota (7 jenis kacang-kacangan dan beras hitam disebar direrumputan) dan masing - masing peserta agar mengumpulkan 10 buah untuk satu jenis kacang dan yang amat sulit dikumpulkan adalah beras hitam (perumpamaan anggota yang kaya) maknanya :
agar koperasi tetap eksis kita harus memiliki anggota yang beragam jenis profesi
2. Game Survei Produk ; peserta diperlihatkan berbagai macam jenis produk, hapalkan dan tuliskan (25 buah produk)
Maknanya : kita harus bisa mengenali produk saingan kita dan yang cocok diterapkan dipasaran sehingga produk kita tetap laku dipasaran
3. Game Komunikasi : komandan regu diperlihatkan tulisan dan menyampaikan keanggotanya dan anggota yang ke -7 menuliskan apa yang mereka dengar
Maknanya : memilih orang yang tepat untuk memimpin dan pemimpin agar dapat menyampaikan pesan kepada anggotanya dengan benar sehingga tidak terjadi miss komunikasi yang mengakibatkan target tidak tercapai.
4. Game Irigasi : peserta diberikan koran dan diharapkan air mengalir diatas koran dan ember penuh berisi air.
Maknanya : Pentingnya sebuah jaringan organisasi untuk melindungi lembaga
5. Game LKSB : peserta diharapkan menempelkan perkiraanya sesuai dengan posisinya : aktiva, passiva, pendapatan dan biaya
Maknanya : manajemen harus bisa tahu tentang LKSB
6. Game Menara : peserta membuat menara setinggi-tingginya dan kuat
Maknanya : koperasi kita agar tahan dari berbagai goncangan dan diharapkan menjadi yang terbaik
7. Game Viva Air Bocor : peserta agar mampu mengeluarkan bola kecil yang ada didalam viva air
Maknanya : team management harus kompak dan terus menggali potensi yang ada, mencari terobosan/strategi jitu dalam mencapai target yang ditetapkan pengurus
8. Game Strushjump : peserta melompat dari ketinggian
Maknanya : menumbuhkan kepercayaan diri dan melatih keberanian
9. Game Jaring Laba-laba : peserta diharapkan bisa melewati jaring-jaring laba-laba tanpa harus bersentuhan dengan jaring tersebut.
Maknanya : Koperasi punya aturan dan manajemen harus dapat melaksanakan aturan tersebut dan tidak boleh melanggarnya seperti : AD, ART, poljak, SOM dan SOP
10. Game Tali bersilang terbuat dari tali plastik
Maknanya : dalam menyelesaikan kredit masalah diperlukan strategi, memang sangat sulit dilakukan pemecahannya namun tetap ada selusi untuk menyelesaikannya.
11. Game Rapat : peserta menyusun gambar yang tergunting dan bibir peserta ditutup dengan latban
Maknanya : dalam sebuah rapat kita tidak harus banyak bicara, banyak memakai pikiran dan jika ada ide/gagasan baru bicara dan koperasi agar mengadakan kerjasama
12. Game memindahkan resiko : bola dipindahkan ke goul dengan hanya mempergunakan tali plastik yang dipersiapkan oleh panitia
Maknanya : untuk mengamankan asset anggota, koperasi agar membuat terobosan untuk memperkecil resiko dengan memindahkannya kepada pihak lain seperti asuransi
13. Game Menjaga Citra : peserta mengambil bola dilumpur
Maknanya : mempertahankan citra kopdit agar tetap yang terbaik
4. Acara selingan :
- Pementasan drama setiap masing-masing kelompok dan diperlombakan
Yang meraih juara dalam perlombaan drama adalah :
1. Juara Umum : kelompok Mawar
2. Juara Kedua : kelompok Matahari
3. Juara Ketiga : kelompok Panda
4. Juara Keempat : kelompok Candrawasih
- Penyegaran oleh panitia,
- Setiap kelompok menyebutkan yel-yel kelompoknya,
- Setiap kelompok menyanyikan lagu kegemarannya dan dinyanyikan pada saat kelompokkanya memenangkan game (outbound).
- Pemberian hadiah untuk setiap kelompok yang memenangkan game pada saat outbound
1. Juara Umum : kelompok Panda
2. Juara kedua : kelompok Mawar
3. Juara ketiga : kelompok Cendrawasih
4. Juara keempat : kelompok Matahari
5. Acara penutup :
- Peserta menjawab pertanyaan sesuai dengan yang diberikan panitia (evaluasi tentang kejujuran masing-masing peserta)
- Peserta diharapkan menulis nama teman disebelah kanannya dan menuliskan kritik tentang prilakunya selama 3 hari dan menuliskan 5 macam kebaikan teman sebelah kirinya
- Peserta diharapkan mengkritik kepanitiaan
- Peserta diharapkan menuliskan hal-hal yang paling berkesan selama training
- Peserta mendapatkan sertifikat training
- Peserta menyanyikan lagu kemesraan
- Peserta dan panitia foto bersama sebelum meninggalkan tempat
6. Acara Rekreasi
Peserta dan panitia berekreasi bersama ke Alas Kedaton sambil menikmati detik-detik akhir kebersamaan didalam training kader management sehingga tetap menjadi kenangan yang berharga bagi setiap pribadi peserta.

Oleh : Dewa Ayu Putriani